Header Ads

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.lokania
  • Breaking News

    Bentuk Tim Pendata, hingga bantu keluarga Pasien Covid-19 di RSUD

     Pacitan- Tak hanya turun menggelar bakti sosial (baksos).  Anggota DPRD Provinsi Jatim, Fraksi Partai Demokrat, Eko Prasetyo Wahyudiarto, juga membawa misi khsusus. Yakni, membentuk tim pendata anak yang ditinggal orang tuanya meninggal akibat Covid-19. Termasuk terjun ke rumah sakit. Tujuannya memberi bantuan keluarga pasie Covid-19.

    Wajah Warti pun sumringah. Dia tak menyangka, siang itu perempuan, 55, ini mendapat kejutan. Ketukan pintu orang yang belum dikenalnya, ternyata membawa berkah. Paket sembako datang ke rumahnya." Alhamdulilah iso ayem duwe beras (alhamdulillah bisa tenang punya beras. Red)," ucap warga Donorojo, Pacitan itu.

    Pras, sapaan akrab, Eko Wahyudiarto, memang datang tiba-tiba. Tepatnya memberi kejutan untuk masyarakat Pacitan. Aksi baksos memang sudah menjadi lumrah dan rutin bagi dirinya. Sebulan bisa dua kali. Sasarannya warga kurang mampu di 12 Kecamatan Kabupaten Pacitan.

    Sekali baksos, setidaknya 1200 paket sembako tersalurkan. Kata Pras, jumlahnya sudah berapa pack bantuan yang tersalurkan dirinya lupa. Yang jelas, kegiatan dilakukan lebih dari lima kali." Yang penting ribuan paket bisa tersalurkan langsung," katanya.

    Saarannya pun beragam. Mulai dari lansia hingga anak-anak. Semuanya warga kurang mampu dan terdampak pendemi Covid-19. Selain itu, ada misi khusus yang dilakukan Pras. Yakni mendata anak-anak yang ditinggal orang tuanya.

    Dia menuturkan, ada relawan yang bernama Garasi Pras. Mereka nantinya yang nendata di setiap wilayah Kecamatan. Selain itu, pihaknya juga berkordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Pacitan. Tujuanya memastikan data yang ada." Terkait bantuannya apa nanti meyesuaikan kebutuhan," terangnya.

    Pras mengatakan, jumlah anak yang ditinggal orang tuanya meninggal akibat Covid-19 di Pacitan memang tidak sebanyak di Kota besar. Meski begitu, mereka tetap butuh uluran tangan. Karena itu, nantinya diklasifikasi dari umurnya. Sehingga bantuan yang dibutuhkan jelas." Saya dipilih rakyat dan sekarang rakyat sedang butuh," ucapnya.


    FOTO SAAT PENYERAHAN BANTUAN DI RSUD DARSONO

    Pendemi Covid-19 juga dirasakan oleh para keluarga. Tak hanya yang ada di rumah. Tapi juga di Rumah Sakit. Mereka merasa dikucilkan. Imbasnya saat mencari makan keluar Rumah Sakit pun susah. Pedagang kadang enggan melayani. Terlebih saat angka positif Covid-19 sedang tinggi saat itu." Cerita begini ini kami temui di RSUD dr. Darsono," ucap Pras.

    Putra sulung mantan Bupati Pacitan ini menceritakan, banyak keluarga pasien Covid-19 yang di RSUD ini kesulitan mencari makan. Mereka merasa dikucilkan. Masyarakat banyak yang takut terpapar. Melihat tersebut dirinya membuat inisiatif. Yakni memberikan bantuan paket permakanan.

    Bantuan itu disalurkan melalui RSUD dr. Darsono. Sebab yang mengetahui datanya adalah pihak RSUD. Harapannya agar keluarga tidak kesulitan mencari makan. Terutama saat menunggu di RSUD." Ini tugas kita semua, semoga stigma negatif keluarga pasien dan penyintas sudah tak ada lagi.(yul)

    Tidak ada komentar

    Post Top Ad

    ad728

    Post Bottom Ad

    ad728