Bentuk Tim Pendata, hingga bantu keluarga Pasien Covid-19 di RSUD
Pacitan- Tak hanya turun menggelar bakti sosial (baksos).
Anggota DPRD Provinsi Jatim, Fraksi Partai Demokrat, Eko Prasetyo
Wahyudiarto, juga membawa misi khsusus. Yakni, membentuk tim pendata
anak yang ditinggal orang tuanya meninggal akibat Covid-19. Termasuk
terjun ke rumah sakit. Tujuannya memberi bantuan keluarga pasie
Covid-19.
Wajah Warti pun sumringah. Dia tak menyangka, siang itu
perempuan, 55, ini mendapat kejutan. Ketukan pintu orang yang belum
dikenalnya, ternyata membawa berkah. Paket sembako datang ke rumahnya."
Alhamdulilah iso ayem duwe beras (alhamdulillah bisa tenang punya beras.
Red)," ucap warga Donorojo, Pacitan itu.
Pras, sapaan akrab, Eko
Wahyudiarto, memang datang tiba-tiba. Tepatnya memberi kejutan untuk
masyarakat Pacitan. Aksi baksos memang sudah menjadi lumrah dan rutin
bagi dirinya. Sebulan bisa dua kali. Sasarannya warga kurang mampu di 12
Kecamatan Kabupaten Pacitan.
Sekali baksos, setidaknya 1200
paket sembako tersalurkan. Kata Pras, jumlahnya sudah berapa pack
bantuan yang tersalurkan dirinya lupa. Yang jelas, kegiatan dilakukan
lebih dari lima kali." Yang penting ribuan paket bisa tersalurkan
langsung," katanya.
Saarannya pun beragam. Mulai dari lansia
hingga anak-anak. Semuanya warga kurang mampu dan terdampak pendemi
Covid-19. Selain itu, ada misi khusus yang dilakukan Pras. Yakni mendata
anak-anak yang ditinggal orang tuanya.
Dia menuturkan, ada
relawan yang bernama Garasi Pras. Mereka nantinya yang nendata di setiap
wilayah Kecamatan. Selain itu, pihaknya juga berkordinasi dengan Dinas
Sosial Kabupaten Pacitan. Tujuanya memastikan data yang ada." Terkait
bantuannya apa nanti meyesuaikan kebutuhan," terangnya.
Pras
mengatakan, jumlah anak yang ditinggal orang tuanya meninggal akibat
Covid-19 di Pacitan memang tidak sebanyak di Kota besar. Meski begitu,
mereka tetap butuh uluran tangan. Karena itu, nantinya diklasifikasi
dari umurnya. Sehingga bantuan yang dibutuhkan jelas." Saya dipilih
rakyat dan sekarang rakyat sedang butuh," ucapnya.
Pendemi Covid-19 juga dirasakan oleh para keluarga. Tak hanya yang ada di rumah. Tapi juga di Rumah Sakit. Mereka merasa dikucilkan. Imbasnya saat mencari makan keluar Rumah Sakit pun susah. Pedagang kadang enggan melayani. Terlebih saat angka positif Covid-19 sedang tinggi saat itu." Cerita begini ini kami temui di RSUD dr. Darsono," ucap Pras.
Putra sulung mantan Bupati Pacitan ini menceritakan, banyak keluarga pasien Covid-19 yang di RSUD ini kesulitan mencari makan. Mereka merasa dikucilkan. Masyarakat banyak yang takut terpapar. Melihat tersebut dirinya membuat inisiatif. Yakni memberikan bantuan paket permakanan.
Bantuan itu disalurkan melalui RSUD dr. Darsono. Sebab yang mengetahui datanya adalah pihak RSUD. Harapannya agar keluarga tidak kesulitan mencari makan. Terutama saat menunggu di RSUD." Ini tugas kita semua, semoga stigma negatif keluarga pasien dan penyintas sudah tak ada lagi.(yul)




Tidak ada komentar